Selamat Datang, Salam Kenal

Selamat Datang, Salam Kenal
Anda bisa juga tengok postingan lainnya dengan klik foto saya
Tampilkan postingan dengan label Dilema UN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dilema UN. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Mei 2010

UN; Mendorong Sifat Pragmatis Siswa, Guru, dan Kepala Sekolah

PRO-KONTRA pelaksanaan ujian nasional (UN) kini telah jelas semuanya: ujian itu tetap akan dilaksanakan (SM, 28 Januari 2010). Bahkan, jika tahun-tahun sebelumnya dilaksanakan pada April, tahun ini dimajukan menjadi Maret. Maka, kesibukan sekolah-sekolah saat ini diwarnai dengan persiapan ujian nasional, mulai dari pelaksanaan uji coba sampai pendalaman-pendalaman materi yang akan di-UN-kan. Karena itu, tidak mengherankan jika aktivitas yang menyangkut guru, seperti seminar dan pelatihan, banyak diundur setelah Maret.
Bagaimana masyarakat menyikapi UN? Ternyata selama ini ujian itu telah dianggap sebagai momok oleh masyarakat, terutama oleh siswa dan penyelenggara pendidikan: guru, kepala sekolah, sampai kepala dinas pendidikan.
Mula-mula, UN dianggap sebagai indikator keberhasilan pendidikan. Sekolah yang dianggap berhasil adalah sekolah yang tingkat kelulusan UN-nya tinggi. Dinas Pendidikan menekan kepala sekolah, lalu kepala sekolah menekan guru.
Karena itu, yang terjadi kemudian, guru, kepala sekolah, bahkan kepala Dinas Pendidikan, melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan persentase lulusan. Di sinilah pangkal tolak semuanya: bagaimana caranya supaya tingkat kelulusan UN-nya mencapai 100%, bahkan dengan rentangan nilai tinggi.